Profile

Sosok Aa Gym

Artikel ini sebenarnya cukup terlambat dimuat, karena aku sebenarnya sudah tahu sejak lama Aa Gym muncul kembali usai kehebohan yang ditimbulkannya akibat dia melakukan poligami. Hujatan, cacian, bahkan ghibah terhadap Aa Gym begitu banyak terlontar, hingga ’secara khusus’ aku membuat artikel ini, hanya untuk mengingatkan bahwa kita jangan seenaknya menuduh dan membicarakan Aa Gym ’seenaknya’.

Nampak sekali bahwa emosi yg begitu meluap terhadap tindakan poligami membuat kita kehilangan akal sehat dan objektifitas kita. Kita seakan melupakan semua kebajikan dan ajaran Aa Gym selama ini, hanya karena poligaminya.

Dan lebih kurang 1 tahun usai siaran pers poligami yang dilakukannya, tepatnya sekitar 6 Desember 2007, Aa Gym muncul kembali di televisi. Bukan hal yang aneh, karena aku sempat mendapat kabar, bahwa usai lebaran 1428 H, berarti sekitar bulan Oktober 2007, Aa Gym sudah mulai muncul di beberapa acara pengajian, salah satunya di kantor tempat seorang kenalanku bekerja.

Toh, kemunculan Aa Gym di Kick Andy, tayangan di Metro TV, tetap membuatku merasa surprise.

Saat aku melihat tayangan ini, yg diputar ulang sekitar Januari 2008 lalu, aku tahu bahwa tindakan poligami yg dilakukan Aa Gym merupakan tindakan yang ‘betul’, karena:
1. Aa Gym sudah merasakan adanya kultus individu yg dilakukan oleh banyak orang padanya.
2. Kesibukan di luar rumah sangat menghabiskan porsi hidupnya, sehingga yg di rumah menjadi terlantar (dalam artian waktu kebersamaan jauuuh sangat sedikit).
3. Adanya gejala ’syirik’ terhadap Aa Gym, yakni menganggap Aa Gym = sumber rejeki.
4. Hilangnya profesionalitas kerja, karena semuanya bergantung pada Aa Gym.
dan masih banyak lagi alasan yg menurutku, Aa Gym ‘layak’ untuk berpoligami.

Tentu saja tidak banyak orang bisa memahami alasan Aa Gym ini, terlebih orang2 yang tidak menyukai ajaran poligami (ujung2nya tidak setuju dg ajaran poligami ‘versi’ Islam). Cemoohan dan hujatan barangkali masih dilakukan. Toh, aku pun berusaha untuk tetap bersikap objektif. Oke, anda2 tidak suka dengan poligami, tapi kenapa mesti pusing dengan poligami yang dilakukan orang lain? Apa sih manfaatnya membicarakan poligami orang lain? Apakah itu merugikan anda? Apakah anda tahu alasan mereka melakukan poligami? Anda2 begitu (sok) yakin bahwa mereka yg berpoligami dikarenakan nafsu sex yang berlebihan. Bahkan langsung menjatuhkan vonis, bahwa mereka yg berpoligami selalu memakai alasan agama untuk memuaskan nafsu sex. *geleng2 kepala*

Padahal jika mau ‘ribut’ masalah poligami, kenapa anda2 tidak meributkan Soekarno yang punya istri lebih dari 1? Atau jika anda mau menoleh ke pesantren2 di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tidak sedikit kiai2 di sana yg berpoligami.

Kembali ke topik Aa Gym.

Banyak yang sinis dg kemunculan Aa Gym. Mereka mengatakan, kemunculan Aa Gym kali ini akan ‘menyuruh’ para suami untuk berpoligami. Hahah..aku tertawa terbahak-bahak mendengar asumsi ini. Duh, masyarakat Indonesia…kapan kalian bisa berpikir lebih baik, tanpa melibatkan emosi (yg berlebihan)? Ketakutan yg berlebihan, menurutku.

Bagaimanapun, aku melihat momen munculnya Aa Gym sudah tepat. Sudah waktunya dia kembali hadir di tengah2 umat yang kian hari kian kering dan dahaga dari siraman rohani yang menyejukkan dan mudah dimengerti.

Semoga kehadiran kembali Aa Gym bisa ‘meramaikan’ kembali dakwah di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: